RSS

Pages

Pendapatan Nasional Perekonomian Tertutup Sederhana


Analisis Pendapatan Nasional
 untuk Perekonomian Tertutup Sederhana

Keadaan Equilibrium
Pendapatan Nasional Equilibrium adalah Tenaga kerja pendapatan nasional dimana tidak ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya .
                Yeq = Y1 = Y2 = Y3 = Y4 dst
Karena konsumsi tergantung dari besarnya pendapatan nasional konsumsipun dalam keadaan equilibrium pula yaiutu :
                Ceq = C1 = C2 = C3 = C4 dst
Begitu pula terhadap saving : S0 = S1 = S2 dst
Maka dapat disimpulkan bila S1 = I , maka Y0 = Y1 dst
Pendapatan nasional akan mencapai equilibrium apabila :  S = I



Pendapatan Nasional Equilibrium
Cara 1    : Y = C + I
                 C = C0 + BY
                 Y = C0 + BY + I
                 ( Y – BY ) = C0 + I
                 ( 1 – B )Y = C0 + I   -> Yeq = 1/1-b ( C0 + I )
Cara 2    :  S = I
                   Y – C = I
                   Y – ( C0 + BY ) = I
                   Y – C0 – BY = I
                   Y – BY = C0 + I
                   ( 1 – B )Y = C0 + I  -> Y = 1/1-B (C0 + I )
Pendapatan nasional akan mencapai equilibrium pada tenag akerja pendapatan nasional ;
                Y = 1/1-B ( C0 + I )

1.       Angka Pengganda ( multiplier ) Investasi
Bilangan dengan mana I harus kita kalikan ,apabila kita ingin mengetahui besarnya perubahan Yeqyangdiakibatkan oleh perubahan I tersebut .

K menunjukkan besarnya multiplier maka angka pengganda I
∆y= k x ∆I  -> k = ∆y /∆I

Miasal : tambahan I sebesar ∆I , mengakibatkan pendapatan nasional berubah dari Y menjadi Y + ∆y maka :
Y + ∆y = 1 / 1-B ( C0 + I +  ∆I )
Y + ∆y = 1 / 1-B ( C0 + I ) + 1/1-B x ∆I
Ruas kiri & kanan kurangi dengan Y yang besarnya sama dengan 1/1-B( C0+I) , maka ∆y = !/!-B x∆I .
Jadi ∆y / ∆I Yi KI = 1/1-B
Maka angka pengganda investasi Y1
                K1 = ∆y / ∆I = 1/1-B atau 1/MPC  = 1/MPS
CONTOH SOAL
1.       Diket : C = 20 + 0,75y
             I = 40 mil rupiah
Dengan menggunakan angka pengganda I hitunglah besarnya pendapatan nasional yang baru , apabila investasi berubah sebesar 80mil rupiah .
Jawab :
Langkah 1 ; mencari besarnya angka pengganda investasi
KI = ∆y/∆I = 1/1-B = 1 / 1 – 0,75 = 1/0,25 = 4
Langkah 2 ; mencari besarnya perubahan investasi
∆I = I1 – I0
∆I = 80 – 40 = 40
Langkah3 ; mencari pendapatan nasional keseimbangan periode 0
Y = 1/1-b x C0 + I
      1/1-0,75 x 20+40
      60/0,25 = 240
Langkah 4 ; mencari besarnya pendapatan nasional keseimbangan periode 1
Y1 = y0 + ∆y
        Y0 + k1 x∆I
        240 + 4 X 40
     240 + 160 = 400
Jadi besarnya pendapatan nasional keseimbangan 400mil rupiah

2.       Proses Bekerjanya Angka Pengganda
Proses perubahan pendapatan dalam

A.Satu kali perubahan investasi                                         B. Perubahan investasi secara terus menerus
Periode
C
I
Y
Periode
C
I
Y
1
200
40
240
1
200
40
240
-
200
40
240
-
200
40
240
-
200
80
280
-
200
80
280
-
230
40
270
-
230
80
310
-
222,5
40
262,5
-
252,5
80
332,5
-
216,9
40
256,9
-
269,4
80
340,5
-
212,7
40
252,7
-
282,1
80
362,1
-
209,4
40
249,4
-
291,5
80
371,5
-
207,1
40
247,1
-
298,2
80
378,6
-
205,3
40
245,3
-
303,9
80
383,9
-
204,0
40
244,0
-
308,0
80
388,0
-
203,0
40
243,0
-
331,0
80
391,0
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
¬
200
40
240
¬
320
80
400
Perubahan jumlah konsumsi dan perubahan jumlah saving
A.      Untuk konsumsi :
C1 = C0 + ∆C
∆C = MPC x ∆y  -> Maka  C1 = C0 + MPC x ∆Y
B.      Untuk saving :
S1 = S0 + ∆S
∆S = MPS x ∆Y -> maka S1 = S0 + MPS x ∆y

Tingkat Kesempatan Kerja & Kapasitas Produksi Nasional
Full Employment ialah Perekonomian dimana semua kapasitasnya ada dalam penggunaan penuh dikatakan bahwa perekonomian tersebut dalam keadaan .
 Under Employment ialah perekonomian dimana ada sebagian dari kapasitas produksinya yang menganggur tidak terpakai.
Tingkat Employment ialah Tingginya kapasitas produksi nasional yang dipergunakan .tingkat employment = tingkat kesempatan kerja .
Over Employment ialah perekonomian apabila kapasitas produksi nasional sudah dalam penggunaan penuh , akan tetapi permintaan barang dan jasa totalnya masih terus bertambah .
Dalam keadaan seperti ini jumlah produksi nasional tidak lagi bertambah , yang pada umumnya mengalami perubahan ialah pengalokasian kembali factor-faktor produksi (reallocation of resources) . perekonomian yang mengalami over employment bertendensi menimbulkan inflasi .
Inflationary Gap & Deflationary Gap
            Untuk dapat memperoleh gambaran tentang sejauh manakah tingkat employment yang terjadi menyimpang dari kapasitas produksi yang ada , kita dapat menggunaka konsep inflationary gap dan deflationary gap
Semakin besar angka inflationary gapnya -> semakin besar over employment
Semakin besar angka deflationary gapnya -> semakin jauh tingkat employment berada dibawah tingkat full employment / tingkat pengangguran yang terjadi semakin besar .
Infaltionary Gap yaitu Besarnya perbedaan antara jumlah investasi yang terjadi dengan besarnya full employment saving = savingpasa tingkat full-employment ) dimana besarnya investasi tersebut melebihi besarnya Full Employment Saving
Deflationary Gap yaitu Angka yang menunjukkan besarnya perbedaan antarainvestasi yang terjadi dengan Full Employment saving dimana besarnya investasi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan full employment savingnya .
Model Analisis dengan Investasi sebagai Variabel Endogen
A.      Tingkat Bunga sebagai Determinan Invesatasi
Investasi merupakan fungsi tingkat bunga dengan ∆I/∆r < 0 dalam arti bahwa meningginya tenaga kerja bunga , r , mengakibatkan berkurangnya pengeluaran investasi begitupun sebaliknya

                                                                                    


B.      Pendapatan Nasional sebagai Determinan Investasi
Investasi yang merupakan fungsi daripada pendapatan nasional mempunyai bentuk seperti gambar dibawah ini :



Pengeluaran Investasi sebagai Fungsi Pendapatan Nasional 


Pendapatan Nasional ( dalam milyar rupiah ) per tahun karena I merupakan fungsi dari pada Y , maka I kita asumsikan mempunnyai persamaan fungsi :
                        I = I0 + Y
Dimana  I : jumlah pengeluaran investasi dalam masyarakat
            I0 : jum pengeluaran investasi pd tenanga kerja pendapatan nasional sebsar 0

 = ∆I /∆y : marginal propensity to inverst

Pendapayan Nasional Equilibrium :
S = I
S0 + SY = I0 +  Y
( s -  )y = I0 – S0
Y = I0 – S0 / S -

Untuk menghasilkan tenaga kerja pendapatan nasional equilibrium perlu dipenuhi syarat :
1.      Apabila I0 > S0 , maka s harus lebih besar daripada
2.      Apabila I0 < S0 , maka  harus lebih besar daripada s
Mengingat pada umumnya & logisnya yang terjadi adalah kasusu (b) maka dapatlah dikatakan bahwa untuk dapat terjadinya equilibrium dipenuhi syarat s <

0 komentar:

Poskan Komentar