RSS

Pages

I-Commer & I-Business


LGO1.JPG
 1.               PENGERTIAN E-COMMERCE

Ø  E-Commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.
Ø  E-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan pedagang barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
Ø  E-commerce merupakan transaksi perdagangan yang dilakukan lewat internet.

2.               SEJARAH E-COMMERCE
            Berness-Lee, adalah seorang ilmuwan komputer yang menemukan sistem pengkodean (Hyperteks Markup Language atau HTML), Lingkage, dan skema alamat (URL) yang memulai debutnya pada tahun 1991 sebagai world wwide web (WWW) yang didominasi oleh grafis dan multimedia.
            Lahirnya web yang difasilitasi oleh pertumbuhan dan kian canggihnya data base, telah mendorong terbentuknya e-commerce atau elektronik commerce, yakni pembelian dan penjualan produk dan jasa mealui jaringan komputer. E-commer  membentuk kembali keseluruhan industri dan mengubah hal paling mendasar dari sebuah perusahaan.
            Dua e-firm (situs) terkemuka adalah Amazon.com, yang menjual buku dan barang lainnya, dan Priceline.com, tempat anda bisa menyebutkan harga yang tbersedia anda bayarkan untuk tiket pesawat dan kamar hotel.
3.    MANFAAT E-COMMERCE
1.   Memperpendek jarak
2.   Perluasan pasar
3.   Perluasan jaringan mitra kerja
4.   Biaya terkendali
5.   Efisien
6.   Cash flow terjamin
7.   meningkatkan citra perusahaan,
8.   meningkatkan layanan konsumen,
9.   menyederhanakan proses,
10. meningkatkan produktivitas,
11. mempermudah akses informasi,
12. mengurangi biaya transportasi dan
13. meningkatkan fleksibilitas.
4.    KEUNGGULAN E-COMMERCE
1.    Biaya operasional berkurang
2.    Meningkatkan kualitas pelayanan
3.    Memperbesar aliran pendapatan baru
4.    Meningkatkan pangsa pasar
5.    Melebarkan jangkauan pasar
5.   KENDALA E-COMMERCE
1.   Belum adanya budaya high trust di masyarakat
2.   Sarana belum memadai
3.   Skill SDM masih rendah
4.   Layanan pendukung masih minim (transportasi, teknologi perbankan, dll)
5.   Banyaknya kasus kejahatan di internet
6.   Harga di internet tidak bisa ditawar
7.   Barang tidak dapat dipegang

6.   RESIKO PADA E-COMMERCE
1.     Kehilangan finansial secara langsung
2.     Pencurian informasi rahasia
3.     Kehilangan kesempatan bisnis
4.     Akses ke sumber oleh yang tidak berhak
5.     Hilang kepercayaan dari konsumen
6.     Kerugian-kerugian yg tidak terduga
7.    MENURUNKAN BIAYA TRANSAKSI
Biaya transaksi merupakan biaya yang dikeluarkan dalam membuat sebuah pertukaran ekonomi.
Dengan e-commerce kita dapat menurunkan biaya transaksi karena dapat mengefesiensikan waktu, tenaga dan biaya.
9.    MENGIKLANKAN,MEMBELI , MENUKAR BARANG dan JASA di SELURUH DUNIA
 Secara sederhana memasarkan dan mengiklankan produk lewat internet berarti memajang, menceritakan atau mendeskripsikan produk tersebut, atau membangkitkan keinginan orang akan produk yang ditawarkan.
Caranya bisa dengan menuliskannya, atau menyertakan gambar, audio atau video tentang produk yang ditawarkan di internet, dalam hal ini adalah di website.
10.           PENGERTIAN E- BUSINESS
E-business merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama pada kegiatan bisnis yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet.
11.            TIPE E-BUSINESS
E-Commerce sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Business to Business (B2B)
  • Business to Customer (B2C)
  • Consumer to Consumer (C2C)






Perbedaan antara B2B dan B2C
B2B
B2C
§  Tidak melibatkan banyak orang
§  Orang yang terlibat dalam transaksi sudah terlatih dalam penggunaan SI
§  Situs untuk B2B tidak terlalu rumit
§  Pembayaran ada dalam sistem terpisah dari sistem e-commerce
§  Memerlukan perbedaan desain yang mendasar
§  Tidak semua konsumen memiliki keahlian TI
§  Situs perusahaan memiliki instruksi yang jelas dan membantu konsumen

                                                                                      

1O. CARA MENINGKATKAN TRANSAKSI BUSSINES TO BUSSINES
1. Sistem antar Organisasi
2. Pertukaran data secara elektronik
3. Ekstranet
4. Transfer data secara elektrik

Era e-business telah mengakibatkan perubahan-perubahan yang cukup mendasar dalam perusahaan bisnis pada umumnya. Perubahan tersebut antara lain:
-         Pemasaran dapat dilakukan secara luas dengan tingkat kompetisi yang lebih tinggi
-         Pertumbuhan dan perkembangan industri dan perusahaan sangat bergantung pada informasi dan pengetahuan
-         Produktivitas lebih ditekankan daripada formalitas kehadiran di tempat kerja
-         Produk-produk dan layanan baru dapat dijumpai dalam komunitas e-business, tetapi usia produk menjadi sangat pendek
-         Struktur organisasi menjadi flat dan meningkatkan fleksibilitas serta penekanan biaya
-         Kerja tim lebih ditekankan untuk memberi respon atau melahirkan inovasi-inovasi baru.
Macam-macam e-product
-          Produk informasi dan hiburan. Misalnya: koran, majalah, jurnal, poster, gambar, film, lagu dll
-          Produk simbol. Misalnya tiket pesawat, tiket kereta, tiket konser musik, tiket bioskop, reservasi hotel, dll
-          Produk jasa. Misalnya: pendidikan, konsultasi jarak jauh, dll
-          Produk barang. Misalnya: buku, bunga, kosmetik, komputer, dll
-          Produk keuangan. Misalnya: tabungan, transaksi perbankan, asuransi dll.
Manfaat e-business:
-          Memperpendek jarak
-          Perluasan pasar
-          Perluasan jaringan mitra kerja
-          Biaya terkendali
-          Efisien
-          Cash flow terjamin
-          Manfaat lainnya : meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan layanan konsumen, menyederhanakan proses, meningkatkan produktivitas, mempermudah akses informasi, mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan fleksibilitas.
Keunggulan e-Business
-          Efisiensi (pengurangan tenaga kerja)
-          Without boundary (tdk terbatas)
-          24 jam online
-          Interaktif
-          Hyerlink (saling berhubungan)
-          No cencorship
Kendala e-business di Indonesia
-          Belum adanya budaya high trust di masyarakat
-          Sarana belum memadai
-          Skill SDM masih rendah
-          Layanan pendukung masih minim (transportasi, e tknologi perbankan, dll)
-          Banyaknya kasus kejahatan di internet
-          Harga di internet tidak bisa ditawar
-          Barang tidak dapat dipegang






Pendapatan Nasional Perekonomian Tertutup Sederhana


Analisis Pendapatan Nasional
 untuk Perekonomian Tertutup Sederhana

Keadaan Equilibrium
Pendapatan Nasional Equilibrium adalah Tenaga kerja pendapatan nasional dimana tidak ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya .
                Yeq = Y1 = Y2 = Y3 = Y4 dst
Karena konsumsi tergantung dari besarnya pendapatan nasional konsumsipun dalam keadaan equilibrium pula yaiutu :
                Ceq = C1 = C2 = C3 = C4 dst
Begitu pula terhadap saving : S0 = S1 = S2 dst
Maka dapat disimpulkan bila S1 = I , maka Y0 = Y1 dst
Pendapatan nasional akan mencapai equilibrium apabila :  S = I



Pendapatan Nasional Equilibrium
Cara 1    : Y = C + I
                 C = C0 + BY
                 Y = C0 + BY + I
                 ( Y – BY ) = C0 + I
                 ( 1 – B )Y = C0 + I   -> Yeq = 1/1-b ( C0 + I )
Cara 2    :  S = I
                   Y – C = I
                   Y – ( C0 + BY ) = I
                   Y – C0 – BY = I
                   Y – BY = C0 + I
                   ( 1 – B )Y = C0 + I  -> Y = 1/1-B (C0 + I )
Pendapatan nasional akan mencapai equilibrium pada tenag akerja pendapatan nasional ;
                Y = 1/1-B ( C0 + I )

1.       Angka Pengganda ( multiplier ) Investasi
Bilangan dengan mana I harus kita kalikan ,apabila kita ingin mengetahui besarnya perubahan Yeqyangdiakibatkan oleh perubahan I tersebut .

K menunjukkan besarnya multiplier maka angka pengganda I
∆y= k x ∆I  -> k = ∆y /∆I

Miasal : tambahan I sebesar ∆I , mengakibatkan pendapatan nasional berubah dari Y menjadi Y + ∆y maka :
Y + ∆y = 1 / 1-B ( C0 + I +  ∆I )
Y + ∆y = 1 / 1-B ( C0 + I ) + 1/1-B x ∆I
Ruas kiri & kanan kurangi dengan Y yang besarnya sama dengan 1/1-B( C0+I) , maka ∆y = !/!-B x∆I .
Jadi ∆y / ∆I Yi KI = 1/1-B
Maka angka pengganda investasi Y1
                K1 = ∆y / ∆I = 1/1-B atau 1/MPC  = 1/MPS
CONTOH SOAL
1.       Diket : C = 20 + 0,75y
             I = 40 mil rupiah
Dengan menggunakan angka pengganda I hitunglah besarnya pendapatan nasional yang baru , apabila investasi berubah sebesar 80mil rupiah .
Jawab :
Langkah 1 ; mencari besarnya angka pengganda investasi
KI = ∆y/∆I = 1/1-B = 1 / 1 – 0,75 = 1/0,25 = 4
Langkah 2 ; mencari besarnya perubahan investasi
∆I = I1 – I0
∆I = 80 – 40 = 40
Langkah3 ; mencari pendapatan nasional keseimbangan periode 0
Y = 1/1-b x C0 + I
      1/1-0,75 x 20+40
      60/0,25 = 240
Langkah 4 ; mencari besarnya pendapatan nasional keseimbangan periode 1
Y1 = y0 + ∆y
        Y0 + k1 x∆I
        240 + 4 X 40
     240 + 160 = 400
Jadi besarnya pendapatan nasional keseimbangan 400mil rupiah

2.       Proses Bekerjanya Angka Pengganda
Proses perubahan pendapatan dalam

A.Satu kali perubahan investasi                                         B. Perubahan investasi secara terus menerus
Periode
C
I
Y
Periode
C
I
Y
1
200
40
240
1
200
40
240
-
200
40
240
-
200
40
240
-
200
80
280
-
200
80
280
-
230
40
270
-
230
80
310
-
222,5
40
262,5
-
252,5
80
332,5
-
216,9
40
256,9
-
269,4
80
340,5
-
212,7
40
252,7
-
282,1
80
362,1
-
209,4
40
249,4
-
291,5
80
371,5
-
207,1
40
247,1
-
298,2
80
378,6
-
205,3
40
245,3
-
303,9
80
383,9
-
204,0
40
244,0
-
308,0
80
388,0
-
203,0
40
243,0
-
331,0
80
391,0
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
¬
200
40
240
¬
320
80
400
Perubahan jumlah konsumsi dan perubahan jumlah saving
A.      Untuk konsumsi :
C1 = C0 + ∆C
∆C = MPC x ∆y  -> Maka  C1 = C0 + MPC x ∆Y
B.      Untuk saving :
S1 = S0 + ∆S
∆S = MPS x ∆Y -> maka S1 = S0 + MPS x ∆y

Tingkat Kesempatan Kerja & Kapasitas Produksi Nasional
Full Employment ialah Perekonomian dimana semua kapasitasnya ada dalam penggunaan penuh dikatakan bahwa perekonomian tersebut dalam keadaan .
 Under Employment ialah perekonomian dimana ada sebagian dari kapasitas produksinya yang menganggur tidak terpakai.
Tingkat Employment ialah Tingginya kapasitas produksi nasional yang dipergunakan .tingkat employment = tingkat kesempatan kerja .
Over Employment ialah perekonomian apabila kapasitas produksi nasional sudah dalam penggunaan penuh , akan tetapi permintaan barang dan jasa totalnya masih terus bertambah .
Dalam keadaan seperti ini jumlah produksi nasional tidak lagi bertambah , yang pada umumnya mengalami perubahan ialah pengalokasian kembali factor-faktor produksi (reallocation of resources) . perekonomian yang mengalami over employment bertendensi menimbulkan inflasi .
Inflationary Gap & Deflationary Gap
            Untuk dapat memperoleh gambaran tentang sejauh manakah tingkat employment yang terjadi menyimpang dari kapasitas produksi yang ada , kita dapat menggunaka konsep inflationary gap dan deflationary gap
Semakin besar angka inflationary gapnya -> semakin besar over employment
Semakin besar angka deflationary gapnya -> semakin jauh tingkat employment berada dibawah tingkat full employment / tingkat pengangguran yang terjadi semakin besar .
Infaltionary Gap yaitu Besarnya perbedaan antara jumlah investasi yang terjadi dengan besarnya full employment saving = savingpasa tingkat full-employment ) dimana besarnya investasi tersebut melebihi besarnya Full Employment Saving
Deflationary Gap yaitu Angka yang menunjukkan besarnya perbedaan antarainvestasi yang terjadi dengan Full Employment saving dimana besarnya investasi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan full employment savingnya .
Model Analisis dengan Investasi sebagai Variabel Endogen
A.      Tingkat Bunga sebagai Determinan Invesatasi
Investasi merupakan fungsi tingkat bunga dengan ∆I/∆r < 0 dalam arti bahwa meningginya tenaga kerja bunga , r , mengakibatkan berkurangnya pengeluaran investasi begitupun sebaliknya

                                                                                    


B.      Pendapatan Nasional sebagai Determinan Investasi
Investasi yang merupakan fungsi daripada pendapatan nasional mempunyai bentuk seperti gambar dibawah ini :



Pengeluaran Investasi sebagai Fungsi Pendapatan Nasional 


Pendapatan Nasional ( dalam milyar rupiah ) per tahun karena I merupakan fungsi dari pada Y , maka I kita asumsikan mempunnyai persamaan fungsi :
                        I = I0 + Y
Dimana  I : jumlah pengeluaran investasi dalam masyarakat
            I0 : jum pengeluaran investasi pd tenanga kerja pendapatan nasional sebsar 0

 = ∆I /∆y : marginal propensity to inverst

Pendapayan Nasional Equilibrium :
S = I
S0 + SY = I0 +  Y
( s -  )y = I0 – S0
Y = I0 – S0 / S -

Untuk menghasilkan tenaga kerja pendapatan nasional equilibrium perlu dipenuhi syarat :
1.      Apabila I0 > S0 , maka s harus lebih besar daripada
2.      Apabila I0 < S0 , maka  harus lebih besar daripada s
Mengingat pada umumnya & logisnya yang terjadi adalah kasusu (b) maka dapatlah dikatakan bahwa untuk dapat terjadinya equilibrium dipenuhi syarat s <